Tampilkan postingan dengan label tumbuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tumbuhan. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Oktober 2011

Makalah Ilmiah Nigella Sativa

 
ANATOMI DAN MORFOLOGI BAGIAN BIJI TUMBUHAN JINTEN HITAM (Nigella sativa)

MAKALAH ILMIAH

Disusun untuk melengkapi tugas mata kuliah Anatomi Morfologi Tumbuhan (AMT) pada tingkat semester 2 Program Studi Farmasi (S1) Universitas Jember.

DISUSUN OLEH:
Kelompok 5
David Irawan                       (102210101042)
Anita Meilina Akhmad       (102210101043)
Safirah                                   (102210101044)
Jessica Dwi Puspita              (102210101045)
Lukmanto                             (102210101046)
Lindawati Setyaningrum     (072210101056)
Eva Virdi Mariahadi            (072210101062)

FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS JEMBER
MEI 2011


HALAMAN RINGKASAN
Jintan (Trachyspermum roxburghianum syn. Carum roxburghianum/ Nigella sativa) merupakan tumbuhan menjalar yang bijinya dapat digunakan untuk rempah-rempah dan obat-obatan. Biji tanaman ini sering digunakan sebagai bumbu dapur untuk masakan India. Tanaman ini banyak dibudidayakan di India dan Asia Tenggara. Nigella Sativa adalah tumbuhan biseksual artinya dapat mengembangbiakkan dirinya sendiri, membentuk sebuah kapsul buah yang mengandung biji. Nigella sativa merupakan salah satu spesies dari genus Nigella.
Jenis Bunga Nigella sativa ada dua macam, satu berwarna ungu kebirubiruan dan lainnya putih. Pertumbuhan bunga terletak pada bagian cabang, sementara itu daunnya saling tumbuh berseberangan secara berpasangan. Daun dibagian bawah bentuknya kecil dan pendek, sedangkan daun bagian atas lebih panjang (6 – 10 cm). Batang bunga tersebut bisa mencapai ketinggian 12 -18 inchi.
Nigella sativa yang lebih dikenal dengan Jinten Hitam oleh masyarakat awam ternyata mengandung lebih dari 100 jenis biologycal nutrient yang sangat penting bagi tubuh. Jintan Hitam (Nigella sativa) minyak mengandung zat: thymoquinone, dithymoquinone, thymohydroquinone, timol,  dan tannin yang dianggap dapat menghambat pertumbuhan bakteri, jamur, dan parasit, sehingga memiliki efek antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antimikroba minyak jintan hitam pada bakteri Escherichia Coli. Pada ekstrak tanaman Nigella sativa dapat sebagai penurun glukosa darah dengan cara menghambat glukoneogenesis di hepar dan menstimulir sel beta pankreas untuk meningkatkan fungsinya dalam menghasilkan insulin
Proses pengolahan produk (product processing and quality control) biji-biji Jintan dilakukan pada 2 jenis proses, yang terdiri dari 8 tahap proses pengolahan bahan (manufacturing process) dan 6 tahap proses pengontrolan mutu (quality control process). Secara morfologi biji pada jintan hitam dapat diamati dengan melihat kulit biji, inti biji dan tali pusar. Sedangkan secara anatomis, bentuk penampang biji jintan hitam secara umum sama halnya dengan tanaman lainnya yang terdiri dari ovule, endosperma, embrio, testa, buah, endospermic biji.

1.      Pendahahuluan
Obat alami adalah sediaan obat, baik berupa obat tradisional, fitofarmaka dan farmasetik, dapat berupa simplisia (bahan segar atau yang dikeringkan), ekstrak, kelompok senyawa atau senyawa murni yang berasal dari alam, dan khusus dalam makalah ini yang dimaksud dengan obat alami adalah obat asal tanaman. Obat alami dapat pula didefinisikan sebagai obat-obatan yang berasal dari alam, tanpa rekayasa atau buatan, bisa berupa obat yang biasa digunakan secara tradisional, namun cara pembuatannya dipermodern. Apabila obat tersebut diperuntukkan bagi hewan maka obat alami tersebut diberi keterangan tambahan “untuk hewan”.
Penggunaan tanaman obat di kalangan masyarakat sangat luas, mulai untuk bahan penyedap hingga bahan baku industri obat-obatan dan kosmetika.  Namun, di dalam sistim pelayanan kesehatan masyarakat, kenyataannya peran obat-obat alami belum sepenuhnya diakui, walaupun secara empiris manfaat obat-obat alami tersebut telah terbukti.  Sebagai salah satu contoh adalah penggunaan jamu sebagai obat kuat, obat pegal linu, mempertahankan keayuan, pereda sakit saat datang bulan dan lain-lain, menyiratkan penggunaan jamu yang sangat luas di masyarakat. Memang disadari, bahwa produksi jamu belum banyak tersentuh oleh hasil-hasil penelitian karena antara lain disebabkan para produsen jamu pada umumnya masih berpegang teguh pada ramuan yang diturunkan turun-temurun. Akibatnya, hingga saat ini obat tradisional masih merupakan bahan pengobatan alternatif di samping obat modern.
Kecenderungan kuat untuk menggunakan pengobatan dengan bahan alam, tidak hanya berlaku di Indonesia, tetapi juga berlaku di banyak negara karena cara-cara pengobatan ini menerapkan konsep back to nature atau kembali ke alam yang diyakini mempunyai efek samping yang lebih kecil dibandingkan obat-obat modern. Mengingat peluang obat-obat alami dalam mengambil bagian di dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat cukup besar dan supaya dapat menjadi unsur dalam sistem ini, obat alami perlu dikembangkan lebih lanjut agar dapat memenuhi persyaratan keamanan, khasiat dan mutu.



2.      Jintan Hitam (Nigella sativa)
2.1  Klasifikasi Jintan Hitam
Jintan (Trachyspermum roxburghianum syn. Carum roxburghianum) merupakan tumbuhan menjalar yang bijinya dapat digunakan untuk rempah-rempah dan obat-obatan. Biji tanaman ini sering digunakan sebagai bumbu dapur untuk masakan India. Tanaman ini banyak dibudidayakan di India dan Asia Tenggara (Gunawan, Didik. 2000).
Nigella Sativa adalah tumbuhan biseksual artinya dapat mengembangbiakkan dirinya sendiri, membentuk sebuah kapsul buah yang mengandung biji. Saat kapsul buah matang, ia akan membuka dan biji yang ada didalamnya akan mengudara dan berubah menjadi hitam, sehingga disebut Biji Hitam (Black Seed). Nigella sativa merupakan salah satu spesies dari genus Nigella.
Jintan putih dapat tumbuh dengan baik di daerah yang beriklim sejuk, seperti misalnya di daerah India utara dekat kaki pegunungan Himalaya, selain itu juga terdapat banyak di Meksiko, dan Thailand. Di Indonesia meskipun dapat tumbuh, pada umumnya kurang baik (Ipteknet, 2005). Nigella Sativa tumbuh di berbagai belahan dunia, termasuk Saudi, Afrika Utara dan sebagian Asia. Nigella Sativa merupakan bunga fennel dari keluarga Ranunculaceae. Biji-biji Nigella Sativa ukurannya kecil dan pendek (panjang antara 1-2mm), hitam, berbentuk trigonal, memiliki rasa yang kuat dan pedas seperti lada.
Jenis Bunga Nigella Sativa ada dua macam, satu berwarna ungu kebirubiruan dan lainnya putih. Pertumbuhan bunga terletak pada bagian cabang, sementara itu daunnya saling tumbuh berseberangan secara berpasangan. Daun dibagian bawah bentuknya kecil dan pendek, sedangkan daun bagian atas lebih panjang (6 – 10 cm). Batang bunga tersebut bisa mencapai ketinggian 12 -18 inchi.
Nigella Sativa yang lebih dikenal dengan Jinten Hitam oleh masyarakat awam ternyata mengandung lebih dari 100 jenis biologycal nutrient yang sangat penting bagi tubuh. Pada ekstrak tanaman Nigella Sativa dapat sebagai penurun glukosa darah dengan cara menghambat glukoneogenesis di hepar dan menstimulir sel beta pankreas untuk meningkatkan fungsinya dalam menghasilkan insulin (Anwar-ul, HG, Qaiser J and Muhammad AUK. 2004.)
Gambar 1. Struktur Tanaman Jintan Hitam
Adapun klasifikasi tanaman jintan hitam, adalah sebagai berikut :
Kingdom                : Plantae
Division                  : Magnoliophyta
Class                       : Magnoliopsida
Order                      : Ranunculales
Family                     : Ranunculaceae
Genus                     : Nigella
Species                    : N. sativa
Binominal name      : Nigella sativa L.
Sinonim                    :Trachyspermum roxburghianum syn., Carum roxburghianum, Cuminum cyminum Linn.
2.2  Morfologi Biji (Semen) Tanaman Jintan Hitam
Morfologi adalah ilmu yang mempelajari bentuk-bentuk luar atau susunan luar dari tumbuhan, khususnya pada tumbuhan berbiji dimana mencangkup organ-organ tubuhnya dengan segala variasinya yang meliputi keaneragaman dari: (Yudianto, Suroso Adi. 1992).
a.               Akar (Radix)
b.              Batang (Cauli)
c.                Daun (Folium)
d.              Bunga (Floss, anthos)
e.               Buah (fructus)
f.               Biji (Semen)
g.              Bagian-bagian yang mirip akar, batang dan daun, serta bagian lainnya.
Biji (Semen)
(Bunga)
(Buah)
Batang (Cauli)
Akar (Radix)
Daun (Folium)

Gambar 2. Struktur Anatomi Tumbuhan
Penggunaan jintan hitam sebagai obat-obatan telah dilakukan jutaan orang di Asia, Timur Tengah, dan Afrika untuk menjaga kesehatan. Jintan hitam berwarna ungu kebiruan atau putih, termasuk tanaman terna setahun, berbatang tegak, berusuk dan berbulu kasar. Biji hitam berbentuk kerucut.
Kulit biji jintan hitam terbagi menjadi beberapa bagian, antara lain, epidermis luar terdiri dari selapis sel yang termampat, bentuk memanjang, kadang-kadang berupa papila pendek, dinding tipis, warna coklat muda atau coklat kehijauan. Nama simplisia jintan hitam adalah Nigellia sativae Semen, Melanthii Semen, atau biji jintan hitam. Jintan hitam memiliki biji berwarna hitam pekat. Dimana dapat diuraikan seperti dibawah ini:
2.2.1    Kulit Biji (Spermodermis)
Kulit biji dibagi menjadi 2, yaitu lapisan kulit luar (testa) dan lapisan kulit dalam (tegmen). Lapisan kulit luar pada biji Terminalia catappa ini keras seperti kayu. Lapisan inilah yang merupakan pelindung utama bagi bagian biji yang ada di dalamnya.
Gambar 3. Biji Tanaman Jintan Hitam
Bentuk luar dari Jintan hitam adalah : biji agak keras, menyerupai kerucut ganda dengan kedua ujungnya meruncing, kerucut yang satu lebih pendek dari yang lain, bersudut 3 sampai 4, panjang 1,5 mm sampai 2 mm, lebar lebih kurang 1 mm ; permukaan luar berwarna hitam kecoklatan, hitam kelabu sampai hitam, berbintik-bintik, kasar, berkerut, kadang-kadang dengan beberapa rusuk membujur atau melintang.



2.2.2   Inti Biji (Nucleus Seminis)
Gambar 4. Struktur Anatomi Biji Jintan Hitam
Pada penampang melintang biji, terlihat kulit biji berwarna coklat kehitaman sampai hitam, endosperm berwarna kuning kemerahan, kelabu, atau kelabu kehitaman ; lembaga berwarna kuning pucat sampai kelabu.
2.2.2.1       Embrio
a.    Radicula: akar lembaga
b.   Cotyledon: keping lembaga/daun lembaga
c.    Plumula: pucuk lembaga
2.2.2.2      Albumen
Endospermium (putih lembaga dalam).
2.2.3    Tali Pusar (Funiculus)
Merupakan bagian yang menghubungkan biji dengan tembuni jadi merupkana tangkainya biji. Jika biji masak, maka biji akan terlepasa dari tali pusar dan pada biji hanya nampak bekasnya.


2.3  Anatomi Biji Tanaman Jintan Hitam
Anatomi tumbuhan atau fitotomi adalah melihat keseluruhan fisik sebagai bagian-bagian yang secara fungsional berbeda. Anatomi tumbuhan biasanya dibagi menjadi tiga bagian berdasarkan hierarki dalam kehidupan:
a.              Organologi, mempelajari struktur dan fungsi organ berdasarkan jaringan-jaringan penyusunnya;
b.             Histologi, mempelajari struktur dan fungsi berbagai jaringan berdasarkan bentuk dan peran sel penyusunnya; dan
c.              Sitologi, mempelajari struktur dan fungsi sel serta organel-organel di dalamnya, proses kehidupan dalam sel, serta hubungan antara satu sel dengan sel yang lainnya. Sitologi dikenal juga sebagai biologi sel.

Gambar 5. Anatomi Biji Jintan hitam
Nigella sativa termasuk dalam Family (clade) : Ranunculaceae, dan ,  Endospermic seeds : Basal Eudicots. Contoh lain selain Nigella sativa: Trollius sp. Deskripsi berdasarkan literatur ialah : (“ The seeds of basal angiosperms often have underdeveloped embryos that are embedded in abundant endosperm tissue. Two-step germination process with distinct testa rupture and endosperm rupture.” ). Biji seperti jintan hitam termasuk dalam kelompok tanaman Angiospermae yang memiliki perkembangan embrio ke bawah yang melekat dalam berlimpah-limpah jaringan endosperma. Dua langkah proses pengecambahan dengan pemecahan testa yang begitu jelas dan pemecahan endosperma.
2.3.1    Anatomi Biji Jintan Secara Umum (seperti biji-biji lainnya):
a.    Biji-biji ini merupakan perombakan dan propagasi unit dari Spermatophyta (tanaman berbiji), Gymnosperma (conifer / jarum dan kultivar nya) dan Angiosperma (tanaman berbunga).
b.    Biji-biji dewasa / matang, ovule nya subur. Ovule adalah struktur dari tanaman berbiji yang berisi gametophyte betina dengan sel telur, dikelilingi oleh nucellus dan 1-2 integuments. Dalam angiospermae penyuburan / pembuahan ganda menghasilkan bentuk embrio diploid dan endosperma triploid.
c.    Embrio : sporophyta muda, diploid (2n), dihasilkan dalam pembuahan. Embrio dewasa berisi cotyledons (daun biji), hypocotil (batang seperti sumbu embrio, di bawah cotyledon), radicel (akar embrio).
d.   Endosperma : jaringan penyimpan makanan, triploid (3n), dihasilkan dalam pembuahan ganda, 2/3 genom langsung dari induk.
e.    Testa (selubung biji) : lapisan luar pelindung biji, perkembangan dari integument ovule, diploid jaringan induk.
f.     Buah dewasa / matang, ovarium masak berisi banyak biji. Perikarpium (selubung buah) diploid dari jaringan induk.
g.    Endospermic biji : endosperma ditempatkan dalam biji yang matang dan bertindak sebagai organ penyimpan makanan. Testa dan endosperma adalah 2 lapisan luar dari embrio.
2.3.2    Anatomi secara Makroskopik :
Biji agak keras, limas ganda dengan kedua ujungnya meruncing, limas yang satu lebih pendek dari yang lain, bersudut 3 sampai 4, panjang 1,5 mm sampai 2 mm, lebar lebih kurang 1 mm ; permukaan luar berwarna hitam kecoklatan, hitam kelabu sampai hitam, berbintik-bintik, kasar, berkerut, kadang-kadang dengan beberapa rusuk membujur atau melintang. Pada penampang melintang biji terlihat kulit biji berwarna coklat kehitaman sampai hitam, endosperm berwarna kuning kemerahan, kelabu, atau kelabu kehitaman ; lembaga berwarna kuning pucat sampai kelabu.
2.3.3    Anatomi secara Mikroskopik :
Pada kulit biji, epidermis luar terdiri dari selapis sel yang termampat, bentuk memanjang, kadang-kadang berupa papila pendek, dinding tipis, warna coklat muda atau coklat kehijauan.
Di bawah epidermis terdapat beberapa lapis sel parenkimatik, bentuk memanjang, termampat, tidak berwarna atau berwarna kehijauan ; pada tiap rusuk diduga tedapat berkas pembuluh, phloem dan xylem sukar dibedakan karena selnya termampat ; pada daerah ini sel parenkim di bawah epidermis tidak termampat dan selnya besar berbentuk polygonal ; kemudian berturut-turut terdapat selapis sel berbentuk persegi empat, berdinding tipis, tidak berwarna atau berwarna kehijauan, di dalam sel terdapat hablur berbentuk prisma besar, kadang-kadang hampir memenuhi ruangan sel, pada penambahan asam klorida pekat P hablur tidak larut ; selapis sel berbentuk palisade, tinggi lebih kurang 65 μm, tersusun sangat teratur, dinding tangensial dalam dan dinding radial sangat tebal, warna agak kekuningan dan tidak berlignin, lumen sangat kecil terdapat di ujung bagian luar, berbentuk trapesium atau bundar telur, warna coklat kekuningan ; selapis sel parenkimatik, bentuk persegi empat tidak teratur, dinding tipis, sel jernih.
Epiderimis dalam terdiri dari selapis sel berbentuk persegi empat tidak teratur, sel agak besar, lumen jernih, dinding berwarna coklat berpenebalan jala, dinding tangensial dalam lebih tebal.
Endosperm terdiri dari sel berbentuk polygonal, dinding tipis, tidak berwarna, penuh berisi butiran aleuron dan tetes-tetes minyak.
Embryo sel nya lebih kecil dari sel endosperm, dinding tipis, berisi butir aleuron dan tetes-tetes minyak.
Serbuk yang terlihat berwarna kelabu kehitaman.
Fragmen pengenal adalah fragmen epidermis luar yang termampat dan berpapila pendek, fragmen sel palisade terlihat tangensial ; fragmen kulit biji ; fragmen epidermis dalam ; fragmen sel berhablur terlihat tangensial ; fragmen endosperm dan fragmen sel parenkimatik di bawah lapisan palisade.
2.4  Kandungan Fitokimia dan Manfaat pada Biji Tanaman Jintan
Efek Black Seed yang dikombinasikan dengan kandungan nutrisi dan medis tidak hanya membantu menyembuhkan penyakit saja, namun juga membantu tubuh untuk membentuk daya tahan terhadap penyakit atau gangguan lainnya dimasa akan datang (AA, Subiyanto dan Dinding HP. 2008).
Sementara bukti historis menunjukkan potensi black seed dalam menyembuhkan berbagai penyakit ringan, berikut kami informasikan sebagai fungsi penyembuh utama black seed yang ditemukan dari penelitian terakhir:
2.4.1    Kandungan Nutrisi
Black seed kaya akan kandungan nutrisi (Nutritional Composition Black Cumin Seed):
a.         Protein 21%
b.        Carbohydrates 35%
c.         Fats 35-38%
d.        Black seed mengandung Monosaccharides (molekul gula tunggal) dalam bentuk glucose, rhamnose, xylose, dan arabinose.
2.4.2    Aktifitas Anti-histamin
Histamin adalah substansi yang dilepaskan oleh jaringan tubuh yang kadang menimbulkan reaksi alergi dan berhubungan dengan asma bronchitis. (Badr-El-Din dan Mahfouz,1960)
Crystalline nigellone pada histamine adalah crystalline nigellone ternyata memiliki protein kinase C, substansi yang dikenal dengan pemicu untuk melepaskan histamin. (Nirmal Chakravarty,M.D,. 1993). Manfaat hasil tersebut adalah bagi mereka yang menderita asma bronchitis dan penyakit alergi lainnya dapat memanfaatkan crystalline nigellone.
2.4.3    Anti-tumor
Menggunakan asam lemak derivan black seed, studi dengan menggunakan tikus Swiss albino menujukkan bahwa unsure aktif ini menghambat perkembangan jumlah sel kanker yang disebut dengan Ehrlich ascites carcinoma (EAC). Tipe sel kanker umum yang kedua, yang juga dipakai adalah Dalton's lymphoma ascites (DLA). (Dr. Chakravarty,1991)

Isolasi tersebut dimaksudkan sebagai bukti bahwa terjadinya unsure aktif sebagai penghambat tumor, dan rantai panjang konsistuen asam lemak dimungkinkan akan menjadi komponen aktifnya pada hasil isolat biji jintan hitam.

2.4.4    Anti-bakteri
Black seed juga sering dipakai untuk mengobati gangguan sistem pencernaan. Secara tradisional, black seed masih digunakan untuk mengobati diare dan muntah-muntah, juga perut mulas, dan juga mengatasi keluhan dalam pemakaian obat pencahar (seperti: beberapa obat pencahar, buah-buahan, seperti Aprikot jika terlalu banyak) (Wahyudi,Eko Hendri; Soewarni; Syamsulina Revianti. 2008).
2.4.5    Obat Luka radang
Minyak menghambat pertumbuhan eicosanoid dan menunjukkan aktifitas sel anti-oksidan, dimana penghambatan pertumbuhan eicasanoid, lebih tinggi dibandingkan dari yang diharapkan jika hanya menggunakan thymoquinone, karena unsure dalam minyak turut serta dalam meningkatkan reaksi meredakan radang dalam sel. (Professor EL-Dakhakny, 1960)
2.4.6    Meningkatkan jumlah susu pada ibu menyusui
Minyak Black Seed meningkatkan kadar susu bagi ibu menyusui. (Agarwhal,1979). Biji jintan hitam mengandung 40 % minyak takasiri dan 1,4 % minyak asiri1) dan lima belas jenis asam amino, protein, kalsium, besi, sodium, potasium. Kandungan aktifnya yang paling penting adalah thymoquinone (TQ), dithymouinone (DTQ), thymohydroquimone (THQ) dan thymol (THY). Diantara penyebab banyak penyakit ialah diakibatkan radikal bebas. Tidak kurang dari 50 penyakit penyebabnya bisa dihubungkan dengan radikal bebas. Jinten hitam mengandung suatu zat anti oksidan. Kandungan zat aktif dalam jinten hitam diantaranya : thymoquinone, thymohydroquinone, dithymoquinone, thymol, carvacrol, nigellicine, nigellidine, nigellimine-N-oxide and alpha-hedrin. Selain itu juga mengandung asam lemak omega 3 dan omega 6 (total asam lemak 38%). Kandungan proteinnya 21% namun mengandung  8 dari 10 macam asam amino yang kita perlukan, karena kita tidak bisa membuatnya dalam tubuh (esensial asam amino) (Hairrudin. 2005).



3      Penutup
Hasil penelitian menyimpulkan setidaknya ada 2 unsur penting dalam habbatussauda yaitu Nigellone dan Thymoquinone. Nigellone adalah zat yang berkhasiat untuk mencegah terjadinya kejang otot dan melebarkan saluran pernafasan. Sehingga jintan hitam ini sangat efektif untuk pengobatan penyakit yang berhubungan dengan gangguan otot dan pernafasan (misalnya batuk dan flu). Selain itu, nigellone bersifat antihistamin, sehingga sangat baik untuk mengatasi berbagai gangguan alergi. Thymoquinone memiliki sifat antinyeri dan antiradang.
Jintan hitam memiliki beberapa aktivitas biologis antara lain: antivirus, antikanker, anti-angiogenik, antioksidan, dan peroksidasi lipid, juga memiliki aktivitas antivirus terhadap Infectious Laryngotracheitis virus (ILTV).
Proses pengolahan produk (product processing and quality control) biji-biji Habbatussauda’ dilakukan pada 2 jenis proses, yang terdiri dari 8 tahap proses pengolahan bahan (manufacturing process) dan 6 tahap proses pengontrolan mutu (quality control process). Secara morfologi biji pada jintan hitam dapat diamati dengan melihat kulit biji, inti biji dan tali pusar. Sedangkan secara anatomis, bentuk penampang biji jintan hitam secara umum sama halnya dengan tanaman lainnya yang terdiri dari ovule, endosperma, embrio, testa, buah, endospermic biji.



DAFTAR PUSTAKA
Asniyah.2009. Efek Antimikroba Minyak Jintan Hitam (Nigella Sativa) terhadap Pertumbuhan Escherichia Coli In Vitro. Jurnal Biomedika, Volume 1, Nomor 1, Tahun 2009.
Gunawan, Didik. 2000. Ramauan Tradisional untuk Keharmonisan Suami Istri. Jakarta: PT Penebar Swadaya.
Hairrudin. 2005. Pengaruh Pemberian Ekstrak Jinten Hitam Dalam Mencegah Stres Oksidatif Akibat Latihan Olahraga Anaerobik Pada Tikus Putih. Jurnal Biomedis, Volume III, No 1, Nopember 2005.
Lina, Winarti; Nurlaila Sri Wahyuni. 2007. Uji Toksisitas Akut Campuran Serbuk Biji Jinten Hitam (Nigella sativa, l.), Biji Kelabet (Trigonella foenum graecum, l.), Dan Gingseng (Panax gingseng, C.A.. Mey). Spirulina, Edisi Khusus, April 2007.
Mulyani, Sri E.S. 2006. Anatomi Tumbuhan. Yogyakarta: Kanisius.
Santa, IGP; Abdul Rahman. 2003. Botani Farmasi I Anatomi dan Morfologi Tumbuhan. Surabaya: Airlangga Press.
Sastroamidjoyo, Seno. 2001. Obat Asli Indonesia. Jakarta: Dian Rakyat.
Subiyanto, AA dan Dinding HP. 2008. Pengaruh Minyak Biji Jintan Hitam (Nigella sativa, l.) Terhadap Derajat Inflamasi Saluran Nafas. Majalah Kedokteran Indonesia, 2008, Vol 58, No 6, Juni, p200-204.
Wahyudi,Eko Hendri; Soewarni; Syamsulina Revianti. 2008. Efek Ekstrak Nigella Sativa Terhadap Regenerasi Sel Asini Kelenjar Parotis Tikus Wistar Dengan Diabetes Mellitus Tipe 1. DENTA Jurnal Kedokteran Gigi FKG-UHT Vol 2 No 1 Februari 2008.
Yudianto, Suroso Adi. 1992. Mengerti Morfologi Tumbuhan (Apa dan Mengapa). Bandung: Penerbit Tarsito Bandung.
PETA KONSEP
SALINAN PUSTAKA
Asniyah.2009. Efek Antimikroba Minyak Jintan Hitam (Nigella Sativa) terhadap Pertumbuhan Escherichia Coli In Vitro. Jurnal Biomedika, Volume 1, Nomor 1, Tahun 2009.
Gunawan, Didik. 2000. Ramauan Tradisional untuk Keharmonisan Suami Istri. Jakarta: PT Penebar Swadaya.
Hairrudin. 2005. Pengaruh Pemberian Ekstrak Jinten Hitam Dalam Mencegah Stres Oksidatif Akibat Latihan Olahraga Anaerobik Pada Tikus Putih. Jurnal Biomedis, Volume III, No 1, Nopember 2005.
Lina, Winarti; Nurlaila Sri Wahyuni. 2007. Uji Toksisitas Akut Campuran Serbuk Biji Jinten Hitam (Nigella sativa, l.), Biji Kelabet (Trigonella foenum graecum, l.), Dan Gingseng (Panax gingseng, C.A.. Mey). Spirulina, Edisi Khusus, April 2007.
Mulyani, Sri E.S. 2006. Anatomi Tumbuhan. Yogyakarta: Kanisius.
Santa, IGP; Abdul Rahman. 2003. Botani Farmasi I Anatomi dan Morfologi Tumbuhan. Surabaya: Airlangga Press.
Sastroamidjoyo, Seno. 2001. Obat Asli Indonesia. Jakarta: Dian Rakyat.
Subiyanto, AA dan Dinding HP. 2008. Pengaruh Minyak Biji Jintan Hitam (Nigella sativa, l.) Terhadap Derajat Inflamasi Saluran Nafas. Majalah Kedokteran Indonesia, 2008, Vol 58, No 6, Juni, p200-204. Abstrak.
Wahyudi,Eko Hendri; Soewarni; Syamsulina Revianti. 2008. Efek Ekstrak Nigella Sativa Terhadap Regenerasi Sel Asini Kelenjar Parotis Tikus Wistar Dengan Diabetes Mellitus Tipe 1. DENTA Jurnal Kedokteran Gigi FKG-UHT Vol 2 No 1 Februari 2008.
Yudianto, Suroso Adi. 1992. Mengerti Morfologi Tumbuhan (Apa dan Mengapa). Bandung: Penerbit Tarsito Bandung.




Biologi Farmasi


ANATOMI TUMBUHAN

Anatomi Tumbuhan dibagi menjadi 3 :
1.      Sitologi tumbuhan : mempelajari bentuk, susunan dan sifat-sifat fisik/kimia dari sel-sel tumbuhan.
2.      Histologi tumbuhan :  mempelajari sekelompok/sekumpulan sel yang membentuk jaringan, di mana sekelompok sel-sel tersebut mempunyai ciri-ciri yang serupa meliputi bentuk, sifat dan fungsinya.
3.      Organologi tumbuhan  : mempelajari alat-alat pada tumbuhan yang dari luar tampak sebagai batang, akar dan daun; buah, bunga dan lain-lain, yang ternyata alat-alat tersebut tersusun oleh bermacam-macam jaringan. Sel tumbuhan seperti halnya pada hewan dibedakan antara sel yang prokariotik dan eukariotik.
§  Sel tumbuhan yang bersifat  PROKARYOTIK antara lain dijumpai pada ganggang hijau biru. Pada sel ini nucleus/inti sel tidak mempunyai membrane inti.
§  Sel tumbuhan yang bersifat  EUKARYOTIK dijumpai misal pada  Spirogyra.  Di sini  nucleus mempunyai membran inti. Sel seperti ini juga dijumpai pada tumbuh-tumbuhan tingkat tinggi. Perbedaan utama sel hewan dan sel tumbuhan 

Tumbuhan
Hewan
Mempunyai membran plasma
dan dinding sel yang kuat
Hanya mempunyai membran plasma saja

Dijumpai adanya plastida
Tidak dijumpai adanya plastida
Vacuola sel dapat bersatu dan
membesar, membentuk vakuola
sentral
Vacuola sel tetap kecil


SITOLOGI TUMBUHAN

Sel merupakan unit dasar yang menyusun suatu organisme, yang berupa
bangunan kompleks dan mempunyai ciri-ciri antara lain :
§  Dapat memperbanyak diri bila masih muda
§  Dapat mempergunakan lingkungan hidup sebagai sarana kehidupannya

A.    SEJARAH TEORI SEL
1.      Tahun 1665, ROBERT HOOKE (ahli Botani Inggris)
Pertama kali menemukan sel. Ia mengiris gabus tanaman  Quercus suber dan menemukan gabungan ruangan-ruangan kecil seperti rumah lebah. Selanjutnya ia mengadakan/membuat irisan pada bagian yang masih segar dan tampak adanya cairan di dalam sel yaitu sitoplasma/plasma sel. 
2.      Tahun 1700, ANTONIE van LEEUWENHOEK (Belanda )
Ia mengiris  daun anggrek, dan pada preparat tampak bulatan kecilkecil warna hijau yang disebutnya kloroplast.
3.      Tahun 1831, ROBERT BROWN menemukan bulatan yang lebih besar dari kloroplast dan disebut nucleus/inti sel/karion.
4.      Tahun 1833, MATHIAS SCHLEIDEN menemukan bulatan yang lebih kecil dari nucleus dan terdapat di dalam nucleus, yang kemudian disebut sebagai nucleolus/anak inti.
5.      Tahun 1838, M. SCHLEIDEN & THEODOR SCHWANN menemukan adanya vacuola dalam sel. Kemudian para ahli tersebut menyatakan bahwa sel berasal dari sel yang sudah ada.
6.      Tahun 1858, RUDOLF VIRCHOW melihat proses MITOSIS (pembelahan inti) di dalam sel tumbuhan.
7.      Tahun 1910, ditemukan benda-benda yang lebih kecil dari kloroplast, misal : mitokondria, apparatus golgi.


B.     DINDING SEL
Dinding sel merupakan benda ergastik/tidak hidup/termasuk komponen non protoplasmik di luar plasma sel. Dalam perkembangannya dibagi menjadi 3 tahap :
a.       substansi interseluler atau lamela tengah : yaitu dinding sel yang mula-mula terbentuk pada waktu terjadi pembelahan sel, juga disebut dinding primitif yang sangat tipis, terdiri atas zat pektin dan protopektin.
b.      dinding primer: yaitu perkembangan dari lamela tengah yang telah mengalami perubahan primer karena adanya penebalan zat selulosa dan hemiselulosa dan kadangkadang  dijumpai senyawa polisakarida non selulosa. Misal : pada dinding sel parenkim
c.       dinding sekunder : yaitu perkembangan lebih lanjut dari dinding primer karena adanya penebalan dinding dari  lignin. Hanya dijumpai pada sel-sel dengan fungsi khusus  : trakea, trakeida/sklerenkim.
Sifat-Sifat Dinding Sel :
a.       Sifat Fisik : Dinding sel terdiri atas misel yaitu bangun-bangun molekul yag tersusun oleh selulose. Bangun-bangun tersebut merupakan fibril yang bersambungan yang tersusun miring dan pada awal perkembangan sejajar  satu sama lain, sedang pada perkembangan berikutnya serupa rangka seperti jala.
b.      Sifat Kimia : Dinding sel tersusun oleh zat organik dan anorganik.  Zat-zat organic yang dijumpai pada dinding sel adalah : *) pektin    *) hemiselulosa       *) pentosan      *) protopektin         *) lignin           *) kutin         *) selulose *) suberin  *) sapropolenin
Adanya zat-zat tersebut dapat diketahui dengan pembubuhan reagensia tertentu yang disebut reaksi mikrokimia.  Zat-zat anorganik yang terdapat pada dinding sel antara lain : kersik (SiO2) dan zat kapur.
Sel  terdiri dari :
1.      Komponen Protoplasmik : sitoplasma, nucleus, plastida, mitokondria
2.      Komponen Non Protoplasmik/benda-benda ergastik : vakuola, karbohidrat, protein, lemak, tanin, Ca-oxalat, dinding sel.  Dinding sel pada sel yang masih muda adalah tipis.
s.jpg
Makin dewasa sel tersebut dinding selnya relatif bertambah tebal, sehingga terbentuknya dinding sel sangat erat hubungannya dengan perkembangan sel tersebut. Penebalan dinding masing-masing sel berbeda-beda karena disesuaikan dengan fungsinya, sehingga terdapat perbedaan bentuk sel. s2.jpg

Beberapa reaksi mikrokimia terhadap dinding sel :
1)      Selulosa
S + ZnCl-J   ungu
S + JKJ + H2SO4   biru
Selulosa merupakan polisakarida dengan rumus (C6H10O5)n. tidak larut dalam air, air mendidih, asam dan alkali encer, serta KOH pekat. Dengan H2SO4pekat dihidrolisa menjadi glukosa. Oleh enzim selulase diubah menjadi
glukosa dan fruktosa.
2) Hemiselulosa Menyerupai selulosa. Dengan asam encer dihidrolisa menjadi mannose + galaktosa. Dapat dijumpai misal pada lendir tumbuhan.
HS + ZnCl-J  biru pucat 
3) Lignin
Zat kayu yang terdapat pada dinding sel yang telah mengkayu.
L + ZnCl-J     kuning
L + anilin + H2SO4   kuning
L + floroglusin + asam pikrat  merah 
L + fuchsin + asam pikrat   merah
4) Suberin
Terdapat pada dinding sel gabus 
S + sudan III   merah
S + ZnCl-J   coklat
S + KOH   kuning
5) Protopektin
P + ZnCl-J   kuning coklat
P + asam encer  larut dalam alkali
6) Pektin
Dapat ditemukan pada dinding sel dari buah yang mengandung banyak gula. Bila buah dimasak tampak beberapa zat gelatin 
7) Khitin
Dapat ditemukan pada dinding sel Fungi (jamur) 8) Kersik (SiO2)
Pada dinding sel batang Gramineae, Cyperaceae, Equisetinae, Diatomae
9) Kapur
Misal pada dinding sel ganggang Chara sp

Fungsi Dinding Sel :
- melindungi isi sel                  - menentukan bentuk sel
- memperkuat sel                     - menentukan ciri sel

Bentuk Sel :
- prisma  - silindris - kubus - poligonal - tak teratur

Penebalan Dinding Sel :
Menurut cara penebalannya, dapat terjadi secara :
a.       APOSISI : yaitu dengan cara menempelkan/melapis-lapiskan bahan penebalan (zat selulosa) pada lamela tengah (substansi interseluler), biasanya pada dinding primer. Contoh : sel parenkim, floem
b.      INTUSUSEPSI: yaitu Penebalan yang terjadi dengan menyisipkan bahan-bahan penebalan di antara mikrofibril

Menurut arah penebalannya :
a.       SENTRIPETAL : yaitu penebalan ke arah pusat sel/dalam. Contoh : pada sel epidermis daun beringin (Ficus  sp), terdapat tangkai selulosa yang akan memanjang  dan kemudian dideposisikan zat CaCO3  yang makin lama makin banyak sel akan melebar dan disebut litokis. Penebalannya disebut sistolit.
s3.jpg
b.      SENTRIFUGAL : yaitu penebalan  ke arah luar.
Contoh : pada polen (ss), terdapat tonjolan-tonjolan yang merupakan
penebalan ke arah luar. Pada rambut daun (trikoma), misal : daun  Artocarpus communis mempunyai rambut-rambut pelindung pada daunnya. Penebalannya
terjadi secara intususepsi.
Di antara dinding sel yang mengalami penebalan, terdapat bagian-bagian tertentu yang tidak ikut menebal yang disebut noktah. Di dalam noktah kadangkadang dijumpai  plasmodesmata, yang  berfungsi  untuk meneruskan rangsang dan makanan dari 1 sel ke sel yang lain. Pada waktu sel mengalami penebalan maka bagian dinding sel yang tertembus benang plasma tidak ikut menebal. s4.jpg
Berdasarkan bentuknya noktah dibedakan  menjadi 2,  yaitu noktah biasa dan noktah berhalaman. 
a.       Noktah Biasa (noktah sederhana)
1.      Noktah sempurna (berpasangan), yaitu noktah yang terdapat pada sel yang berdampingan dan masing-masing mengadakan penebalan dinding yang sama. Terdapat pada 2 sel yang sejenis.
2.      Noktah tak berpasangan (noktah setengah sempurna), yaitu noktah yang terdapat di antara 2 sel, di mana penebalan dinding masing-masing sel tidak sama tebalnya. Dijumpai pada 2 sel yang berdampingan, tetapi tidak sejenis. Misal : sklerenkim – parenkim.
3.      Noktah buta, yaitu noktah yang bermuara pada ruang antar sel.
4.      Noktah  majemuk unilateral,  yaitu sebuah noktah yang mulutnya melebar, yang berhadapan dengan noktah-noktah yang kecil-kecil
5.      Noktah  ramiform,  yaitu noktah yang terbentuk dari noktah yang kecilkecil dan kemudian bersatu.
s5.jpg
b.      Noktah  Berhalaman : yaitu noktah yang salurannya melebar menjadi suatu ruangan yang disebut halaman noktah. Terdapat pada sel-sel trakea dan trakeid (xylem)
Bagian-bagian noktah berhalaman :
s6.jpg
1. Mulut noktah, terdiri dari :
* mulut dalam          menghadap ruang sel
* mulut luar              menghadap lamela tengah
2. Lamela tengah, terdiri dari :
* torus yaitu bagian lamela tengah yang menebal
* margo yaitu bagian lamela tengah yang tidak menebal dan bersifat elastis, berguna untuk mengatur aliran zat hara.
Noktah berhalaman dibedakan atas :
a.       Noktah berhalaman sempurna : Saluran noktah suatu sel yang berdinding tebal berhadapan dengan saluran  noktah sel di sebelahnya yang juga berdinding tebal
b.      Noktah setengah halaman : Sel noktah yang bermulut melebar berhadapan dengan  dinding tipis dari sel di sebelahnya (n. biasa).
Misal : xylem – parenkim kayu

Terjadinya noktah :
Pada waktu sel masih hidup dan belum mengalami penebalan, dindingselnya masih tipis dan dapat ditembus oleh benang-benang plasma yang disebut plasmodesmata. Selama proses penebalan dinding sel  berlangsung, di tempattempat plasmodesmata menerobos dinding sel masih terjadi aliran plasma, sehingga tempat-tempat ini tidak mengalami penebalan. Walaupun dinding sel semakin menebal sehingga lubang noktah telah berubah menjadi saluran noktah, kadang-kadang dalam saluran noktah masih terdapat benang-benang plasma.

HISTOLOGI
                 
A.    Jaringan Tumbuhan
Gabus yang menyusun kulit kayu dan akar tumbuh-tumbuhan yang banyak batang dan kayunya adalah sebuah jaringan. Ia melindungi lapisan dalam terhadap cedera dan ia menghalangi penguapan yang berlebiihan. Jaringan tumbuhan dibedakan menjadi 2, yaitu jaringan meristem, dan jaringan permanen.
1.      Jaringan Meristem
Pada tumbuhan terdapat jaringan yang selalu membelah yaitu jaringan meristem. Berdasarkan cara terbentuknya,jaringan meristem di bedakan menjadi 3, yaitu:
a.       Promeristem, sudah ada waktu tumbhan pada masaembrional.
b.      Meristem primer, masih bersifat membelah diri, terdapat padatumbuhan dewasa di ujung batang, ujung akar, ijung kuncup.
c.       Meristem sekunder, berasl dari meristemprimer.

Menurut letaknya meristem dibedakan menjadi:
a.       Meristem apical.
b.      Meristem lateral, yaitu cambium vaskuler dan felogen.
c.       Meristem interkalar, yaitu pada ruas tumbuhan monokotil.
2.      Jaringan Permanen
Sel-sel meristem, baik permann maupun sekunder akan berdiferensiasi menjadi jaringan permanent. Jarngan permanent tidak tumbuh dan memperbanyak diri lagi. Menurut fungsinya jaringan pemanen dibedakan menjadi:
a.      


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9oiFV-a-PwJ5N-gMWdweGnIqepj18kYDXWc4ZY-CwHV82dflcjzVsdk7j0k7Nk9gLattmvZgAV1__Ir97YFPpyf57MltRRVn0nTFBViJLJqeWTc4_dp-8EvKVWeG-nUSHgokcHws0IIo/s320/epidermis.jpg

Jaringan epidermis (jaringan pelindung)
Jaringan terluar yang menutupi seluruh permukaan tubuh tumbuhan, seperti akar, batang, daun dan biji dinamakan jaringhan epidermis.
Ciri-ciri jaringan epidermis: Bentuk sel seperti balok, biasaniya terdiri dari satu lapisan terletak pada lapisan yang paling luar, tidak berklorofil kecuali pada sel penjaga ( guard sell ) stomata.
Fungsi epidermis yaitu untuk melindungi jaringan yang lainnya.
b.      Jaringan parenkim (jaringan dasar)


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYCehNMD6AOhdnBa5ed7mbNMerpcUt2TFIiVrEKuA9-LHj9SlSMp2krfGbHIGmoylk59L26VAQIJSAB1DvxSi5E4mex8nhGaVCTLhzTkuoefur3UM22ZRIHl31UfM2ky98mUMC8w8bKl0/s320/hal+11.jpg


Jaringan parenkim merupakan jaringan yang terbentuk dari meristem dasar.
Ciri-ciri parenkim: Susunan sel tidak rapat, tidak selalu berkloroflas, trdiri dri sel-sel hidup, banyak vakuola, ukuran sel besar, dinding sel tipis, banyak rongga-rongga antar sel.
Menurut fungsinya, jaringan parenkim dibedakan menjadi:
1.      Parenkim fotositesis,yaitu 
2.      Parenkim palisade ( jaringan tiang ) dan parenkim bunga karang ) jaringan spons
3.      Parenkim penyimpan bahan makanan.
4.      Parenkim penyimpan air
5.      Parenki penyimpan udara.
6.      Parenkin transportasi. 

Menurut bentuknya, jaringan parenkim dibedakan menjadi:
1.      Parenkim palisade, bentuk memanjang, tegak.
2.      Parenkim bunga karang, bentuk seperti bunga karang.
3.      Parenkim bintang, bentuk seperti bintang dengan ujung saling berhubungan.
4.      Parenkim lipatan, dinding sel melipat ke dalam.
c.       Jaringan penyokong ( jarinan penunjang )
Untuk penunjang tanaman agar dapat berdiri dengan kokoh dan kuat, di dalam tumbuhan terdapat jaringan yang disebut jaringan penyokong. Jaringan penyokong terdiri dari:
1.      Jaringan kolenkim
Merupakan jaringan yang dindingnya mengalami penebalan dari selulosa dan pectin trutama dibagian sudut-sudutnya. Ini banyak trdapat pada tumbuhan yang masih muda, yang belum berkayu, merupakan sel hidup.


2.     


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinuN7p5jHpsTwdhrP1KCAYRTxYZOT7fCE5t3hUPzCojjmuMTrr2nb3Xk7AX_C-eyl95xnRRuKLRsi0ppi2HUjoPwcJsDqO1SOJVvVpgDGFrL3LFSpzR-cluPlUqtuo5tysUbwVsr80Ehk/s320/hal+13.jpg

Jaringan skerenkim


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFIG7YKXlKpYUxTctrpOmR7eKQtTLL8lm-DqGXvMtA9IBcqwAu7xVCfuKI2yaRDblzoCqwsLyXdON7TEy2Q8qypoAP-dj-7fVUdl8tma9EeAlyoQg_6MJiAj9TFQUbT3s9R080s2bYd9Y/s320/sklerenkim.JPG

Merupakan jaringan yang sel-selnya mengalami penebalan dari lignin ( zat kayu ), sel-selnya sudah mati. Menurut bentuknya, skerenkim dibedakan menjadi 2 macam yaitu: Skelereid (sel batu) yaitu selnya mati, bentuknya bulat, dan bedinding keras sehingga tahan tekanan. Contoh sel-sel tempurung kenari dan tempurung kelapa.
• Seabut-serabut skerenkim (serat) yaitu selnya dengan bentuk panjang, umumnya trdapat pada permukaan batang.


3.      Jaringan pengangkut
Untuk mengangkut hasil fotosinesis dari daun keseluruh bagian tumbuhan serta mengangkut air dan garam-garam mineral dari
akar ke daun, tumbuhan menggunakn jaringan pengangkut. Jaringan ini terdiri dari:
·         Xilem (pembuluh kayu) : Xilem disusun oleh trakeid, trakea, pembuluh xylem (pembuluh kayu), parenkim kayu, dan skerenkim kayu,. Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan garam mineral daridalam tanah menuju daun.
·         Floem (pembuluh tapis): Floem disusun oleh ayakan atau tapis, pembuluh tapis, sel pengiring,selparenkim,kulit kaya,dan serabut kulit kayu (sel skerenkim). Floem berfungsi untuk mengangkut zat-zat hasil fotosintesis ke seluruh bagian tubuh.
Xilem dan floem bersatu membentuk suatu ikatan pembuluh angkut.
1.      Ikatan pembuluh kolateral, xylem dan floem yang letaknya bersebelahan didalam suatu jari-jari ( xylem di dalam dan floem di luar).
a.       Kolateral terbuka, antara xylem dan floem terdapat cambium, misal: pada batang tumbuhan dikotil.
b.      Kolatral tertutup, antara xylem dan floem tidak terdapat cambium. Misalnya pada tumbuhan monokotil.
2.      Ikatan pembuluh bikolateral, xylem diapit floem terletak paa radius yang sama.
3.      Ikatan pembuluh radial, xylem dan floem letaknya bersebelahan, tetapi tidak berada pada jari-jari yang sama, misalnya pada akar.
4.      Ikatan pembuluh konsentris, xylem dan floem berbentuk cincin silindris.
a) Amfikribal, letak xylem di tengah dan dikelilingi oleh floem.
b) Amfipasal, letak floem di tengah dan dikelilingi oleh xylem.





























ORGANOLOGI

Organologi mengkaji bagaimana struktur dan fungsi suatu organ. Berikut adalah jaringan-jaringan dasar yang menyusun empat organ pokok tumbuhan.
A.    AKAR
Akar tersusun dari jaringan-jaringan berikut :
  1. epidermis
  2. parenkim
  3. endodermis
  4. kayu
  5. pembuluh (pembuluh kayu dan pembuluh tapis) dan
  6. kambium pada tumbuhan dikotil.
Permukaan akar seringkali terlindung oleh lapisan gabus tipis. Bagian ujung akar memiliki jaringan tambahan yaitu tudung akar. Ujung akar juga diselimuti oleh lapisan mirip lendir yang disebut misel (mycel) yang berperan penting dalam pertukaran hara serta interaksi dengan organisme (mikroba).
Sifat-sifat akar:
·         Merupakan bagian tumbuhan yang biasanya terdapat di dalam tanah, dengan arah tumbuh ke pusat bumi (geotrop) atau menuju ke air (hidrotrop), meninggalkan udara dan cahaya.
·         Tidak berbuku-buku, jadi juga tidak beruas dan tidak mendukung daun-daun atau sisik-sisik maupun bagian-bagian lainya.
·         Warna tidak hijau, biasanya keputih-putihan atau kekuning-kuningan.
·         Tumbuh terus pada ujungnya, tetapi umumnya pertumbuhannya masih kalah pesat jika dibandingkan dengan bagian permukaan tanah.
·         Bentuk ujungnya seringkali meruncing, hingga lebih mudah untuk menembus tanah.

Fungsi akar bagi tumbuhan:
ü  memperkuat berdirinya tumbuhan.
ü  untuk menyerap air dan zat-zat makanan yang terlarut di dalam air tersebut dari dalam tanah.
ü  mengangkut air dan zat-zat makanan yang sudah diserap ke tempat-tempat pada tubuh tumbuhan yang memerlukan.
ü  kadang-kadang sebagai tempat untuk penimbunan

Jenis akar
Secara umum, ada dua jenis akar yaitu:
  1. Akar serabut. Akar ini umumnya terdapat pada tumbuhan monokotil. Walaupun terkadang, tumbuhan dikotil juga memilikinya (dengan catatan, tumbuhan dikotil tersebut dikembangbiakkan dengan cara cangkok, atau stek). Fungsi utama akar serabut adalah untuk memperkokoh berdirinya tumbuhan.
  2. Akar tunggang. Akar ini umumnya terdapat pada tumbuhan dikotil. Fungsi utamanya adalah untuk menyimpan makanan.
Modifikasi Akar
  1. Akar napas. Akar naik ke atas tanah, khususnya ke atas air seperti pada genera Mangrove (Avicennia, Soneratia).
  2. Akar gantung. Akar sepenuhnya berada di atas tanah. Akar gantung terdapat pada tumbuhan epifit Anggrek.
  3. Akar banir. Akar ini banyak terdapat pada tumbuhan jenis tropik.
  4. Akar penghisap. Akar ini terdapat pada tumbuhan jenis parasit seperti benalu
1.      Akar
a.       Fungsi Akar
ü Menyerap air dan hara tanah
ü Memperkukuh berdirinya batang.
ü Menyimpan cadang makanan.
ü Alat perkembang biakan vegetatif.
ü Tempat melekatkan tubuh tumbuhan pada tanah atau subtract tempatnya.

b. Sistem Perakaran
·         Sistem perakaran tunggang, terdiri atas sebuah akar besar dengan beberapa cabang dan ranting akar. Akar berasal dari perkembangan akar primer biji yang berkecambah. Perakaran tunggang terdapat pada tumbuhan dikotil.
·         Sistem perakaran serabut, terdiri dari sejumlah akat kecil, ramping yang kesemuaannya memiliki ukuran yang sama. Sistem perakaran serabut terbentuk pada waktu akar primer, membentuk cabang sebanyak-banyaknya, cabang tidak menjadi besar, dan akar primer mengecil,tipe perakaran terdapat pada tanaman monokotil.
·         Sistem perakaran adfentif, merupakan akar yang tumbuh disetiap bagian tubuh tanaman dan bukan akar primer. Contoh akar yang keluar dari akar umbi batang, akar yang keluar dari batang (cangkokan).

c.       Struktur Akar
Struktur dari luar ke dalam:
1.      EpidermisTerdiri dari selapis sel dan tersusun rapat tanpa rongga antar sel. Sel ini berdinding tipis. Sel- sel epidermis yang sdekat ujung akarmempunyai beberapa bulu akar untuk memperluas bidang penyerapan. Epidermis berfungsi untuk pelindung dan penerus air kebagian dalam akar.
2.      KorteksTerdiri atas beberapa lapis sel berdinding tipis dan tidak banyak ruangantarsel yang berguna untuk pertukaran zat, juga sebagaitempat cadang makanan.
3.      Endodermis, yaitu terdiri atas selapis sel, kebanyakan sel-sel ini berdinding tebaldengan berlapiskan zat gabus. Endodermis mengatur masuk keluarnya bahan ked an dari akar.
4.      Stele (silinder pusat), yaitu terdiri dari perisikel, xylem, floem. Stele terletak di sebelah dalam endodermis. Pada akar monokotil antara xylem dan floem tidak terdapat cambium, pada akar dikotil antara xylem dan floem tidak terdapat cambium, dan letaknya berselang-seling menurut arah jari-jari. Lapisan paling tepi dari silinder paling pusat disebut perisikel atau perikambium.
                        Angiospermae (berbiji tertutup)
a. Monokotill (berkeping satu) Akar berupa rizoid
b. Dikotil (berkeping dua)
§  Akarnya serabut, xylem dan floem bertipe konsertris (xylem berada di tengah dikelilingi oleh floem)


B.     BATANG
Susunan batang tidak banyak berbeda dengan akar. Batang tersusun dari jaringan berikut:
  1. epidermis
  2. parenkim
  3. endodermis
  4. kayu
  5. jaringan pembuluh, dan
  6. kambium pada tumbuhan dikotil.
Struktur ini tidak banyak berubah, baik di batang utama, cabang, maupun ranting. Permukaan batang berkayu atau tumbuhan berupa pohon seringkali dilindungi oleh lapisan gabus (suber) dan/atau kutikula yang berminyak (hidrofobik). Jaringan kayu pada batang dikotil atau monokotil tertentu dapat mengalami proses lignifikasi yang sangat lanjut sehingga kayu menjadi sangat keras.
Batang merupakan bagian dari tumbuhan yang amat penting, dan mengingat serta kedudukan batang bagi tubuh tumbuhan, batang dapat disamakan dengan sumbu tubuh tumbuhan. Pada umumnya batang mempunyai sifat-sifat berikut :
  1. Umumnya berbentuk panjang bulat seperti silinder atau dapat pula mempunyai bentuk lain, akatetapi selalu bersifat aktinomorf
  2. Terdiri atas ruas-ruas yang masing-masing dibatasi oleh buku-buku dan pada buku-buku inilah terdapat daun.
  3. Biasanya tumbuh ke atas menuju cahaya atau matahari (bersifat fototrop atau heliotrop)
  4. Selalu bertambah panjang di ujungnya, oleh sebab itu sering dikatakan, bahwa batang mempunyai pertumbuhan yang tidak terbatas.
  5. Mengadakan percabangan dan selama hidupnya tumbuhan, tidak digugurkan, kecuali kadang-kadang cabang atau ranting yang kecil.
  6. Umumnya tidak berwarna hijau, kecuali tumbuhan yang umurnya pendek, misalnya rumput dan waktu batang masih muda.

1.       Fungsi Batang
b.      Alat transportasi zat makanan dari akar ke daun, dan hasil asimilasi dsri daun keseluruh bagian tubuh.
c.       Alat perkembang biakan vegetatif.
d.      Menyimpan cadangan makanan.
e.       Tempat tumbuhnya daun, cabang dan bunga.
3.      Struktur Batang
1.      Epidermis
Terdiri atas slapis sel yang tersusun rapat dan tidak mempunyai ruang antarsel. Yang bagian luar dilapisi kutikula. Pada batang terjadi pertumbuhan sekunder, epidermis akan pecah dan terbentuk lpisan gabusyang sering pecah pula membentuk lentise.
2.      Korteks
Sel-selnya tidak tersusun rapat, banyak ruang antar sel yang penting untuk pertukaran gas.
3.      Endodermis
Tersusun atas selapis sel mempunyai bentuk khasdan angiuspermae sel-sel endodermis mengandung banyak tepung yang disebut saring tepung.
4.      Stele (selinder pusat)
Di dalam stele terdapatjaringan partikel empelur, dan pembuluh angkut.
C.     BUNGA, BAH DAN BIJI

Bunga
A.    Fungsi Bunga: yaitu sebagai alat pembetuk sel kelamin dan hisan.
B.     Pembagian bunga
1. Bunga lengkap adalah bunga yang memiliki perhiasan bunga dan alat pembiak.
a.       Perhiasan bunga terdiri dari: Periantum yang terdiri dari : calyx (kelopak bunga), corolla (mahkota bunga). Perigonium yaitu bunga yang memiliki calyx dan corolladengan warna yang sama.
b.      Alat pembiakan , terdiri dari: Pistilim (putik) alat pembiak betina, kaena membentuk ovum. Stamen (benang sari) alat pembiak jantan, karena menghasilkan sperma.
2. Bunga tidak lenkap adalah bunga yang tidak memiliki perhiasan bunga atau pembiakan, dibedakan menjdi:
a. Bunga telanjang yaitu bunga yang tidak memiliki perhiasan bunga.
b. Bunga mandul yaitu bunga yang tidak memiliki alat pembiakan.

Berdasarkan kelengkapan alat pembiakan, bunga dibagi menjadi:
1.   Bunga biseksual: bunga hermafrodit/bunga sempurna:bunga yang memiliki benang sari dan putik.
2.   Bunga uniseksual: bunga yang mempunyai benang sari saja atau mempunyai putik saja.
     Dibagi menjadi:
a.       Berumah satu (monoesius) bunga jantan dan bunga betinatrdapat pada satu tumbuhan.
b.      Berumah dua (dioesius) bunga jantan dan bunga betina tidak terdapat dalam satu tumbuhan.
3.      Bunga jantan: bunga yang hanya mempunyai benang sari saja.
4.      Bunga betina:bunga yang hanya mempunyai putik saja.
Buah
Melekatnya serbuk sari dari atas kepala putik, penyerbukan Pembuhan, bakal buah dan biji berkembang menjadi buah. Biji yang mengandung embrio/ lembaga berfungsi sebagai alat perkembangbiakan bagi tumbuhan.
Macam-macam buah adalah:
a.       Buah tunggal:buah yang hanya dibentuk hanya satu bakal buah, contoh buah mangga dan papaya.
b.      Buah agregat: bah yang dibentuk oleh banyak bakal buahdari satu bunga, contoh:buah murbai.Buah majmuk (buah brganda): buah yang dibentuk oleh banyak bakal buah oleh banyak bunga, contoh:buah nanas, nangka dan keluih.


D.    DAUN
Merupakan salah satu organ tumbuhan yang tumbuh dari batang, umumnya berwarna hijau dan terutama berfungsi sebagai penangkap energi dari cahaya matahari melalui fotosintesis. Daun merupakan organ terpenting bagi tumbuhan dalam melangsungkan hidupnya karena tumbuhan adalah organisme autotrof obligat, ia harus memasok kebutuhan energinya sendiri melalui konversi energi cahaya menjadi energi kimia.
Bentuk daun sangat beragam, namun biasanya berupa helaian, bisa tipis atau tebal. Gambaran dua dimensi daun digunakan sebagai pembeda bagi bentuk-bentuk daun. Bentuk dasar daun membulat, dengan variasi cuping menjari atau menjadi elips dan memanjang. Bentuk ekstremnya bisa meruncing panjang.
Daun juga bisa bermodifikasi menjadi duri (misalnya pada kaktus), dan berakibat daun kehilangan fungsinya sebagai organ fotosintetik. Daun tumbuhan sukulen atau xerofitjuga dapat mengalami peralihan fungsi menjadi organ penyimpan air
Warna hijau pada daun berasal dari kandungan klorofil pada daun. Klorofil adalah senyawa pigmen yang berperan dalam menyeleksi panjang gelombang cahaya yang energinya diambil dalam fotosintesis. Sebenarnya daun juga memiliki pigmen lain, misalnya karoten (berwarna jingga), xantofil (berwarna kuning), dan antosianin(berwarna merah, biru, atau ungu, tergantung derajat keasaman). Daun tua kehilangan klorofil sehingga warnanya berubah menjadi kuning atau merah (dapat dilihat dengan jelas pada daun yang gugur).
Daun lengkap terdiri dari pelepah daun, tangkai daun serta helai daun. Helai daun sendiri memiliki urat daun yang tidak lain adalah kelanjutan dari jaringan penyusun batang yang berfungsi menyalurkan hara atau produk fotosintesis. Helai daun sendiri tersusun dari jaringan-jaringan dasar berikut:
  1. epidermis
  2. jaringan tiang
  3. jaringan bunga karang dan
  4. jaringan pembuluh.
Permukaan epidermis seringkali terlapisi oleh kutikula atau rambut halus (pilus) untuk melindungi daun dari serangga pemangsa, spora jamur, ataupun tetesan air hujan.
Daun
Fungsi Daun
1. Tempat berlangsungnya fotosintesis.
2. Tempat menyimpan bahan makana.
3. Pada tumbuhan tertentu sebagai alat perkembangan vegeatif.
4. Alat evaporasi (penguapan).
5. Respirasi melalui (stomata).
6. Menyerap energi matahari.
Struktur Daun
Struktur anatomi daun adalah sebagai berikut:
1. Epidermis dau tertutup oleh lapisan kutikula yang berfungsi ntuk mencegah terjadinya penguaan yang terlalu besar. Pada epidermis terdapat stomata berfungsi untuk pertukaran gas.
2. Msofel terdiri dari jaringan palisade yang mempuyai banyak kloroflas dan jaringan bunga karang
3. Ikatan pembuluh daun membentuk tulang daun, yang terdiri atas xylem dan floem.
Ikatan pembuluh akan berakhir di ujung daun berupa celah kecil yang disebut hidatoda.

Ada 4 jenis daun, yaitu:
1. Mikrofil       = daun berukuran kecil
2. Makrofil      = daun berukuran besar
3. Tropofil       = daun untuk fotosintsis
4. Sporofil       = daun penghasil spora
Daun lancip seperti jarum dan berukuran kecil-kecil
a. Berbentuk vita, dengan susunan tulang-tulang daun sejajar.
b. Susunan tulang-tulang daun menyirip atau menjari